About

GKJTU. Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Cari Blog Ini

Recent Comments

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (YOHANES 3:16)

MARI CINTAI FIRMAN TUHAN….




Hallo sob…sis..miss.. mas..mbak mbk yuu….
Dalam realitas yang ada sekarang ini, jujur atau tidak banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi enggan untuk membaca firman Tuhan. Alkitab hanya sebagai pelengkap ritual rutinitas agamawi saja yang tidak pernah bibaca dan difahami maksudnya. Boro-boro di baca dan dipahami artinya dibuka pun jarang…ya kan??? Hal ini merupakan suatu hal yang tragis sob… mengapa menjadi hal yang tragis dan megharukan (hahaha lebay), karena melalui akitab kita sebenarnya memperoleh pengenalan akan Tuhan. Coba bayangkan sob, kalau tidak ada alkitab didunia ini, bagaimana kita dapat mengerti bahwa Tuhan Yesus adalah juruselamat manusia? so…. Sebenarnya alkitab yang adalah firman Allah adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai umat percaya….
Ndak usah bertele-tele (seperti kata Tuhan Yesus)…. Langsung saja kita going to pembahasan…..
APA SIH FIRMAN TUHAN ITU DAN APA FUNGSI DAN TUJUANNYA?
Dalam 2 Timotius 3: 16-17 mengatakan demikian:
 “Segala tulisan YANG diilhamkan Allah memang bermanfaat UNTUK mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Sob….. sebenarnya ayat ini memberi gambaran tentang apa itu firman Tuhan. Firman merupakan segala tulisan yang diilhamkan Allah. Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa firman merupakan tulisan yang diilhamkan Allah, bukan buah pemikiran manusia sob..
            Dalam ayat ini juga di sebutkan fungsi dan tujuan firman, yaitu untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang kedalam kebenaran. Ternyata firman itu sangat bermanfaat bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. melalui firman, hidup jasmani kita teratur, kalau hidup ini teratur, maka kehidupan kita akan membaik. Memalui firman hidup rohani kita juga akan lebih baik sob… tentunya kalau kita hidup berdasar firman Tuhan, maka tentunya Tuhan akan disukakan dan perkenan Tuhan aka nada pada kita.
Fungsi dan tujuan firman yang tidak kalah penting bagi kehidupan kita adalah “…memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh imanmu pada Yesus Kristus”. Melalui firman Tuhan, kita akan memperoleh hikmat, hikmat untuk apa? Yaitu hikmat untuk memnuntun kepada keselamatan. Segala friman Allah itu ditujukan supaya dapat menuntuk kita kepada keselamatan yaitu kepada Tuhan Yesus sob…..
Seperti yang sudah kita tau sob, bahwa Keselamatan hanya didapat dengan kita beriman kepada Tuhan Yesus. Tidak ada jalanlain selain itu. surat Efesus mengatakan “Sebeb oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh imanmu ; itu bukan hasil usahamu, tapi pemberian Allah.” Hanya karena iman kita diselamatkan sob, sobagaiman kita dapat beriman? Roma 10:17 mengatakan: “jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh fiman Kristus” so kalau kita mau beriman kita harus banyak-banyak membaca firman Kristus supaya iman kita makin bertumbuh dan kita semakin deiperkenan oleh Tuhan.
FIRMAN MU PELITA BAGI KAKIKU.
Maz 119:105 ; “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
Tentunya sob ndak asing to dengan lagu ini…. Lagu lawas bingitt dan hafal sampai nglotokk.
Tapi ada pesan ajaib dalam firman ini. Kata pelita dan terang menunjukan bahwa situasi yag dihadapi dalam kondisi kegelapan so.. kita membutuhkan Pelita untuk menerangi jalan supaya kaki tidak tersandung batu. Kita sebenarnya ada dalam kegelapan dunia saat ini, ditengah situasi politik dan ekonomi yang ruwet, kondisi keuangan yang mampet, butuh ini butuh itu… dan dengan segala masalah yang kita hadapi, membuat hidup ini menjadi gelap. Sob… ane beri tau ya…. Saat kondisi mu seperti itu… inget pesan Tuhan, bahwa firman Tuhan akan menerangi segala kegelapan yang ada dalam hati kita. so… saat ada dalam kegelapan dan kebingungan jangan malah meninggalkan untuk membaca firman Tuhan… justru disaat gelap kita sangat membutuhkan firman Tuhan untuk menerangi hidup kita….
Ndak afdol sebenernya kalau kita berbicara firman kalau tidak menyinggung Yohanes 1:1, tapi karena ane belum tau banyak tentang bagina ini, langsung saja Tanya ama pak pendeta ato coba lihat di link ini… siapa tau menjawab pertanyaan anda: http://id.wikipedia.org/wiki/Yohanes_1:1
So melalui tulisan ini, kita diingatkan betapa pentingnya kita mempelajari firman Tuhan dan membaca alkitab. Memang sih… masih banyak hal penting yang belum tercantum ditulisan ane… (maklum masih smester awal)….
Jadi sobatt…. Mari jangan biarkan Alkitab kita berdebu, berair karena kena kopi, berjamur dan akhirnya alkitabnya hancur…. Tapi mari kita tekun baca firman Tuhan supaya iman kita makin bertumbuh didalam Tuhan, dan Tuhan makin berkenan pada kita. akhirnya cintai firman, cintai firman dan cintai firman..
Terimakasih.

Injil Matius



Siapa Matius dan Penulis injil Matius.
Dikalangan jemaat pertama ada kebulatan pendapat bahwa injil Matius di tulis oleh rasul Matius dalam bahasa Ibrani (atau Aram[1]). Sementara itu ada pendapat lain yang mengatakan bahwa injil Matius di tulis dalam bahasa Yunani[2]. Diperkirakan injil Matius di tulis oleh rasul Matius/Matatias[3] ( salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus). Mengapa di perkirakan, karena tidak ada sumber pasti didalam injil Matius  yang menyatakan bahwa injil Matius di tulis oleh rasul Matius. Matius atau juga di kenal sebagai Lewi anak Alpius sendiri adalah seorang pemungut cukai sebelum dia di panggil oleh Tuhan Yesus(Mark 2:14; Luk.5:27-29; Mat 9:9-10, 10:3)[4].
Bruce Chilton dalam bukunya “Studi Perjanjian Baru Untuk Pemula ” mengatakan tentang kepengarangan Kitab Injil :
”Namun tidak satupun dokumen itu( Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes ) benar-benar menyebut nama penulis, dan hubungan antara injil-injil dengan empat orang yang dikenal sebagai penginjil tidak disangsikan sebelum abad ke-2”
Waktu penulisan
Ada 2 pendapat yang muncul tentang penulisan injil Matius;
1.      Injil matius di tulis sebelum tahun 70.
·         Seandainya benar injil Matius bergantung pada Markus dalam bentuknya yang sekarang, dan kelihatnnya memang begitu, dan jika injil Markus di tulis sesudah pertrus meninggal, (kr.65 M) maka jelaslah bahwa injil matius di tulis sesudah itu.
·         Matius 24;1-2 tulisan ini menubuatkan keruntuhan bait Allah. Sementara ketika kita melihat pada keruntuhan yerusalem tahun 70, maka injil matius di tulis sebelum tahun 70.
2.      Injil Matius di tulis setelah tahun 70 (kutipan pertama-tama dapat dipastikan berasal dari injil Mat, terdapat dalam tulisan-tulisan Ignatius, 115 M)
·         Mat 22:7. Dalam ayat ini, matius menyinggung tentang pembakaran kota Yerusalem.[5]
·         Ada beberapa hal yang didapati dalam injil matius yang mencerminkan  bahwa injil ini ditulis setelah tahun 70. Tata gereja yang sedang dalam perkembangan (18:17-18), keadaan semasa pengejaran (10:22, 24:9-10), beberapa ahli mengatakan bahwa sebutan “rumah ibadat mereka “ (4:23, 9:35, 10:17, 13:54) membuktikan bahwa injil matius di tulis sesudah orang Kristen di kucilkan dari rumah-rumah ibdaat Yahudi kira-kira tahun 85[6].
·         Orang yahudi yang hidup sesudah masa pembakaran Yerusalem mulai memusatkan perhatiannya kepada suatu reorganisasi rohani dibawah pimpinan ahli-ahli taurat, dimana ahli-ahli taurat mulai membuat perbedaan aliran yang sesat dan yang tidak sesat, dan salah satunya Kristen dianggap sesat. Untuk menguatkan iman Kristen ,matius menulis dengan jelas kesalahan ahli-ahli taurat pada pasal 23. Deperkirakan tahun 80 M[7]

Tujuan penulisan
Injil ini di tujukan untuk orang yang bisa berbahasa Yunani. Tujuan injil penulisan Matius;
Matius menulis Injil ini
  1. untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
  2. untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama, yang sudah lama dinantikan, dan
  3. untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya[8].
Injil matius di tujukan kepada :
1.      Orang yang mengerti bahasa Yunani/non Yahudi[9]
2.      Matius di tujukan untuk orang-orang Yahudi. Injil matius menekanlan penggenapan PL yang di lakukan oleh Tuhan Yesus, hal ini di maksudkan sebagai pembelaan ajaran Kristen terhadap orang yahudi yang belum percaya. Dapat dikatakan bahwa Matius/penulis injil matius mempunyai minat teologi yang tinggi. Hal ini tercermin dalam banyaknya tulisan matius yang berkali-kali mengutip dalam PL tentang penggenapan yang terjadi oleh Tuhan Yesus( lihat; 1:22,23;  2:15,17,18,23;  4:14-16;  8:17;  12:17-21;  13;35; 21:4,5;  29:9-10). Dengan banyak pengutipan PL,penulis injil matius berharap supaya tulisan ini lebih ditermia oleh kamum yahudi yang belum percaya.(Apologetis)




Ciri Kusus injil Matius adalah :
1.      Injil matius merupakan injil yang dalam penulisan dan penyusunannya sanggat sistematis. Dengan di awali dengan silsilah Yesus Kristus dan diakhiri dengan kematian dan kebangkitan Yesus menunjukan bahwa injil matius di tulis dengan rapi.
2.      Injil matius menekankan penggenapan PL yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Seperti telah kita lihat dari ayat-ayat di atas bahwa dalam injil ini terdapat banyan penggenapan PL yang telah tergenapi melalui karya Tuhan Yesus Kristus. Dalam injil ini ditulis bahwa Yesus dating untuk menggenapi hokum Torat.
3.      Injil matius dengan jelas mengambarkan Yesus sebagai Mesias Anak Daud , Yesus sebagai Raja (26:53), Yesus yang punya kekuasaan tertinggi setelah kebangkitanNya(28:18). Dalam injil ini Yesus Kristus di tekankan sebagai Mesias yang kedatanganNya dinantikan oleh orang yahudi.
4.      Injil maitus meletakkan tekanan pada mujizat yang di lakukan oleh Yesus Kristus. Hanya dalam injil ini di tulis tentang mata uang dalam mulut ikan(17:24-27).
5.      Injil matius di sebut injil kerajaan. Sebutan itu di pakaikan untuk injil Matius karena dalamnya istilah “kerajaan sorga ” banyak di gunakan. Dalam injil ini istilah “Kerajaan Allah” yang banyak dipakai di dalam  injil lain menggunakan istilah “Kerajaan Sorga”(Mat 3:2, 4:7 5:3,10 ect).
6.      Mujizat yang hanya tertulis di injil matius: dua orang buta disembuhkan (9:28-30), uang dirham yang dipakai untuk membayar bea di bait Allah (17:24-27).
7.      Perumpamaan yang hanya ada dalam injil matius:
a.       Lalang diantara gandum (13:24-30)
b.      Harta yang terpendam (13:44)
c.       Ikan-ikan dalam pukat (13:47-50)
d.      Hamba yang tidak mengasihani kawannya (18:23)
e.       Orang upahan dalam kebun anggur (20:1-16)
f.       Dua anak laki-laki yang diperintahkan untuk bekerja (21:28-32)
g.      Seorang raja yang melakukan perjamuan kawin (22:1-14)
h.      Lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh (25:1-13)
i.        Perumpamaan tentang talenta (25:14-30)
j.        Gembala memisahkan domba dari kambing (25:31-46)[10],[11]

Pohon Ara yang Tidak Berbuah



Oleh : Wiwid widyaswoko
Markus 11: 12-14
Dalam bahasa Inggris tin diterjemahkan menjadi timah
Untuk salah satu surah dalam al-Qur'an, lihat Surah At-Tin.
Artikel ini berisi tentang pohon ara atau buah ara. Untuk jenis (genus) ara-araan, lihat Ficus.


Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama.
Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum"), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus.
Pohon ara merupakan pohon yang sangat familier di alkitab kususnya di perjanjian baru yang banyak digunakan dalam perumpamaan Yesus Kristus. Pertama kali disebut didalam alkitab yaitu dalam kejadian pasal 3:7, daunnya dibuat Adam dan Hawa untuk menutupi ketelanjangan mereka.
Dalam perumpamaan yang digunakan Tuhan Yesus, pohon ara sering digunakan dalam perumpamaan akhir Zaman. Dalam Matius 24 :32-35, pohon ara yang digambarkan sebagai penanda akhir Zaman. Ranting yang melembut dan dahan yang bertunas menandakan bahwa musim panas akan segera tiba. Pohon ara yang banyak tumbuh di palestina pada saat itu agaknya menjadi suatu perumpamaan yang mudah di cerna bagi orang-orang pada waktu itu. Pohon ara juga digunakan Zakius untuk melihat Yesus dengan memanjatnya.
Tetapi cerita lain kita dapatkan dari kisah Yesus yang mengutuk pohon ara ini. Kalau kita cermati kisah ini, sebenarnya ada hal yang aneh dengan Tuhan Yesus. Yang pertama adalah Dia mencari buah ara disaat bukan musimnya. Hal ini merupakan suatu tindakan yang tidak wajar yang ditunjukkan Tuhan Yesus pada saat itu. Tetapi yang jelas pada saat itu Dia lapar dan Dia mencari buah ara, namun Dia tidak menemukannya.
Tindakan Yesus Kristus kali ini menurut saya sejalan dengan perumpamaan tentang talenta dimana ada seorang tuan yang menuai ditempat dimana dia tidak menabur dan memungut  ditempat dimana dia tidak pernah menanam (Mat 25:26), demikian pula Yesus dia mencari buah ara dimana dia tidak pernah menanam dan bahkan bukan pada saat musimnya. Lalu pesan apa yang hendak disampaikan Tuhan dengan peristiwa pohon ara yang dikutuk?
Anak Tuhan harus selalu berbuah.
Tafsir Alkitab Masa Kini mengatakan bahwa pohon ara adalah lambang bangsa Yahudi. Siapa bangsa yahudi? Bangsa yahudi adalah bagian dari umat pilihan Allah dari garis keturunan Abraham. Kita secara rohani juga merupakan bangsa yahudi, yaitu umat yang dipilih oleh Allah untuk menerima keselamatan. Yang Tuhan tegor dari bangsa Yahudi pada saat itu adalah “yang berlimpah-limpah hanya daunnya”, yaitu kegiatan ritual keagamaan, tetapi mandul dalam buah kebenaran.  
Dari sini kita dapat menangkap satu hal bahwa Tuhan mau supaya setiap anak-Nya menghasilkan buah, bukan hanya daun atau rutnintas keagamaan, tetapi buah dari iman kita kepada Tuhan, dan Tuhan mau supaya buah yang kita hasilkan itu tetap. Kritik keras dari TuhanYesus kepada orang Yahudi pada saat itu, harusnya juga menjadi kritik kreas bagi kehidupan kita khususnya para rohaniawan dan hamba Tuhan. Jangan-jangan kita hanya lebat daunnya saja dan tidak ada buah didalam kita?
Untuk itu, mari kita berusaha menghasilkan buah dari iman kita, bukan hanya daun dari rutinitas agama. Tetapi buah dari iman kita kepada Tuha. Kita dapat melihat banyak buah dari iman para Tokoh dalam alkitab. Sebut saja Abraham. Karena dia percaya, karena dia beriman, maka dia berani meninggalkan tanah kelahirannya menuju tanah yang dijanjikan Allah kepadanya. Paulus dan para rasul. Karena iman mereka berani mati karena mengabarkan injil. Maka saudara ku, marilah kita berusaha menghasilkan buah dari rasa percaya kita kepada Tuhan, supaya Tuhan mendapati buah dalam kehidupan kita dan kita tidak menjadi seperti pohon ara yang dikutuk Tuhan.
Sebagai akhir mari kit abaca dua ayat ini dan merenungkan dalam hati apahak kita sudah menghasilkan buah bagi kemulyaan Tuhan.
Mat 7:16 : “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 3:10 : “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang kedalam api.



TRADISI PASKAH YAHUDI

Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα atau Paskha adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen.

Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus.
Tapi sebenarnya perayaan paskah ini sudah dilakukan semenjak bangsa yahudi di tanah perasingan yaitu di Mesir.
Hari Raya Paskah digunakan untuk memperingati kelahiran kembali, dan melambangkan asal-usul masyarakat Yahudi.
Perjamuan Paskah dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi. Ciri khas perjamuan Paskah ini, orang Yahudi minum empat cawan anggur (Ibrani, YAYIN), melambangkan empat kerajaan dunia. Hal ini diatur dalam Talmud Yerusalem Pesakhim 37c, Midrasy Genesis Raba 70). Umat makan Paskan secara bersandar menurut cara orang-orang kaya, melambangkan kemerdekaan mereka dari perbudakan.
Berikut ada 7 tata-cara perjamuan Paskah, sbb :
1. KADESH.
Suatu berkat pembukaan dan doa yang berbunyi, “BARUKH ‘ATAH ADONAI, ‘ELOHEINU MELEKH HA’OLAM, BORE’ PERI HAGAFEN”, “diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam, yang menciptakan buah anggur” diikuti oleh minum dari cawan yang pertama dari keempat cawan anggur dan sepinggan sayur-sayuran dan kuah. Cawan yang pertama ini disebut CAWAN PENGUDUSAN (dari 4 cawan anggur yang diedarkan selama upacara tersebut). Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:17.
2. Sebelum makan sayur-sayuran yang disebut KARPAS dan kuah, mereka melakukan UREKHÂTS atau pembasuhan tangan. Kemudian para peserta Perjamuan Paskah mencelupkan sayuran hijau ke dalam air garam dan memakannya. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 13:26-27
3. Setelah itu, kepala keluarga mengambil satu dari tiga roti pipih tidak beragi (Ibrani “MATSAH”, Yunani “AZUMOS”), lalu memecah-mecahkannya dan menyisihkan sebagian. Dalam setiap meja Perjamuan Paskah selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan MATSAH TOSY. Tas kain ini bisa berbentuk persegi atau bundar dan diletakkan di atas meja. Di dalam MATSAH TOSY ini ada tiga potong roti tidak beragi , masing-masing dimasukkan ke dalam kantong yang berbeda. Pada langkah yang disebut YAKHATS ini, roti yang ada di tengah diambil dari tempatnya dan dipecah menjadi dua. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Matius 26:26 dan Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus dengan kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan. Potongan ini dinamakan ‘AFIKOMEN.
4. Kemudian kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paskah. Dan nyanyian yang diambil dari Mazmur 113 & 114 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID) diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan, MAGID ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan. Cawan yang kedua yang dinamakan CAWAN MURKA diminum.
5. Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sesudah berdoa untuk makanan itu dengan sebuah doa berkat berbunyi, “BARUKH ‘ATAH ADONAY, ‘ELOHEINU MELEKH HA’OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA’ARETS”, “diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi” maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN ‘OREKH) yang terdiri dari daging panggang dan roti yang tidak beragi (MATSAH) dan sayuran pahit (MAROR) berurut-urutan.
* Keluaran 12:8
LAI TB, Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
KJV, And they shall eat the flesh in that night, roast with fire, and unleavened bread; and with bitter herbs they shall eat it.
Hebrew,
וְאָכְלוּ אֶת־הַבָּשָׂר בַּלַּיְלָה הַזֶּה צְלִי־אֵשׁ וּמַצֹּות עַל־מְרֹרִים יֹאכְלֻהוּ׃
Translit, VE’AKHELU ‘ET-HABASAR BALAILÂH HAZEH TSELI-’ESH UMATSOT ‘AL-MERORIM YO’KHLUHÛ”
Sayur pahit ini melambangkan kepahitan selama perbudakan di tanah Mesir.
Kemudian kepala keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya. Kemudian MATSAH dan MAROR dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, Disusul dengan memakan ‘AFIKOMEN, dan sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan anggur yang ke-3 yaitu CAWAN PENEBUSAN. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:20.
6. Upacara ini ditutup dengan nyanyian Mazmur 114-118 (HALEL, atau “HALELUYAH”) dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan yang ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbolik menyambut kedatangan Elia yang akan datang yang akan memberitakan kedatangan Mesias.
7. Acara terakhir adalah NIRTSAH, melantunkan kidung pujian (Matius 26:30; Markus 14:26).
( Penulis )

MENJADITERANG BAGI DUNIA.



Baca:  Yohanes 8:12-20

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."  Yohanes 8:12

Coba bayangkan bila dunia ini gelap gulita, tanpa secercah cahaya sedikit pun.  Pasti tidak akan ada kehidupan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa, dan tidak ada makhluk yang dapat hidup.  Karena itu berfirmanlah Tuhan,  "Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam."  (Kejadian 1:3-5a).  Tuhan pun melengkapi dengan benda-benda langit:  matahari, bulan dan bintang.  Dengan adanya terang, makhluk hidup dapat bertumbuh dan ada kehidupan, manusia pun dapat melakukan aktivitasnya.  Sungguh, semua orang membutuhkan terang atau cahaya.  Memang, kita memiliki mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi apabila tidak ada terang atau cahaya, mata kita pun tidak dapat berfungsi untuk melihat.

     Saat ini dunia masih diliputi oleh kegelapan rohani karena dunia telah dipenuhi oleh segala macam kejahatan dan dosa.  Akibatnya banyak orang mata rohaninya menjadi buta sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran.  Kegelapan inilah yang menuntun manusia kepada kematian kekal.  Itulah sebabnya dunia sangat membutuhkan terang sejati.  Adapun terang sejati itu adalah Tuhan Yesus kristus:  "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."  (ayat nas).  Dua ribu tahun silam Yesus menyinari dunia ini dengan terangNya yang ajaib.  Seluruh waktu, tenaga dan hidupnya Dia curahkan untuk melayani jiwa-jiwa dengan penuh kasih:  mengajar, menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati.  Bukan hanya itu, ia pun rela menyerahkan nyawaNya, mati di atas Kalvari untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

     Kini Tuhan Yesus menyerahkan tongkat estafet itu kepada kita, anak-anakNya, untuk melanjutkan tugasNya menyinari dunia ini dengan terang sorgawi.  Tuhan Yesus berkata, "Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."  (Matius 5:14, 16).

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Agustus 2013 -

LARILAH PADA TUHAN

Beberapa hari ini kita dikejutkan oleh kabar yang sangat heboh dari dunia hiburan. Ada seorang artis ternama yang diperiksa terkait dengan narkoba. Mari kita perhatikan kehidupan mereka. Tidak ada yang kurang dalam hidup mereka, harta berlimpah, popularitas yang melambung tinggi, dan di mana pun mereka berada selalu dikenal banyak orang. Apa yang mereka inginkan dapat terbeli seketika itu juga.
Lantas apa yang kurang dalam diri mereka? Damai sejahtera. Hati mereka terasa sangat kesepian. Di tengah hingar bingar dunia, jiwa mereka terasa hampa. Mereka rindu akan damai sejahtera, damai yang tidak pernah bisa terbeli dengan apa pun.
Hidup jauh akan Tuhan, akan membuat mereka hilang arah. Saat ada masalah yang menghimpit batin mereka dan pada saat mereka tidak kuat untuk menjalaninya, maka mereka akan berlari ke arah yang salah. Mereka akan mencari kedamaian-kedamaian semu yang ditawarkan oleh dunia. Mereka akan mencari kesenangan sesaat yang sebenarnya merupakan jalan menuju ke kebinasaan.
Tuhan berkata, “Larilah kepada-Ku, maka Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Saat kita datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati, maka Tuhan akan memberi damai sejahtera yang luar biasa. Saat kita bersyukur atas segala hal yang kita alami, maka kita akan dapat merasakan berkat-berkat Tuhan yang selalu mengalir dalam kehidupan kita.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Matius 11:28

pertobatan



PERTOBATAN SEJATI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Juli 2013 -

Baca:  Matius 4:12-17


"
Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"  Matius 4:17

Seruan untuk bertobat adalah perkataan pertama yang disampaikan Tuhan Yesus pada saat Ia memulai pelayananNya di bumi.  Berita tentang pertobatan ini pula yang diseru-serukan Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea, di awal pelayanannya kepada umat Israel.  Jadi hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan bagi semua orang, terlebih-lebih kita yang mengaku percaya kepadaNya, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus.